Karena sahabat itu bukan bayangan yang hanya ada saat terang, mengikuti kemanapun kau pergi dan menghilang saat gelap datang.
Sahabat itu bagai bintang.
Walau jauh, tapi sinarnya mampu menerangi dan menghibur hati.
Kadang ia tak tampak, namun sesungguhnya dia tetap ada disana, selalu menemani saat terang dan gelapmu.
Friday, November 25, 2016
Friday, September 30, 2016
Pagi yang Syahdu
Hai Surya, apa kabarmu?
Kemanakah kau pagi ini?
Mengapa tak tampak sinar hangatmu?
Sungguh aku merindukannya.
Hai Surya taukah kamu,,
Pagi tanpa sinarmu adalah pagi yang syahdu.
Kemanakah kau pagi ini?
Mengapa tak tampak sinar hangatmu?
Sungguh aku merindukannya.
Hai Surya taukah kamu,,
Pagi tanpa sinarmu adalah pagi yang syahdu.
Tuesday, September 13, 2016
Kolam Renang Rasa Pantai di Treasure Bay Bintan
Kolam renang terbesar di Asia Tenggara ada di Indonesia. Tepatnya berada di Lagoi, Bintan.
Dimana itu?
Lagoi adalah salah satu nama daerah di pulau Bintan. Pulau Bintan ini sendiri sebenarnya lebih popular di negara tetangga. Kebanyakan yang datang ke Bintan adalah warga Singapura dan Malaysia, Johor Bahru khususnya. Warga Indonesia yang datang kesini rata-rata adalah penduduk Batam.
Ya, hal ini karena letak pulau Bintan itu sendiri yang memang berada di gugus terluar dari propinsi Kepulauan Riau, salah satu propinsi yang ada di Indonesia. Setiap sejam ada kapal dari dan ke Batam, ke Singapura ataupun Johor Bahru. Sedangkan untuk penerbangan dari Jakarta hanya ada dua kali dalam sehari. Bisa dimaklumi kan bila pengunjung terbanyak malah justru dari dua negara tetangga yang saya telah sebutkan di muka.
Bintan terutama pantai Lagoi dan Treasure Bay nya itu baru menarik perhatian saya lebih dalam setelah dua bulan lalu saya menyaksikan iklannya di subway metro di Seoul. Iklan wonderful Indonesia yang salah satunya menampilkan Bintan.
Treasure Bay adalah kolam renang seluas 6.3H yang di desain serupa dengan pantai, landai dan semakin dalam ke tengahnya. Air nya pun sedikit asin, sama seperti air laut. Dasarnya adalah fiber, bukan pasir. Hal ini membuat air terlihat biru jernih seperti kristal. Pasir yang sebenarnya pasir hanya ada di pinggiran kolam renangnya saja.
Kolam renang ini dilengkapi juga dengan penginapan di pinggir kolam yang berkonsep perkemahan. Ada kapal yang bertenaga surya dan permainan air lainnya. Tidak lupa pengelola juga menyediakan tempat makan yang pembayarannya menggunakan deposit yang sudah dibayarkan terlebih dahulu di loket.
Dengan semua fasilitas tersebut, tentunya pengelola ingin menjadikan kolam renang Treasure Bay ini sebagai sebuah one stop rekreasi keluarga.
Dimana itu?
Lagoi adalah salah satu nama daerah di pulau Bintan. Pulau Bintan ini sendiri sebenarnya lebih popular di negara tetangga. Kebanyakan yang datang ke Bintan adalah warga Singapura dan Malaysia, Johor Bahru khususnya. Warga Indonesia yang datang kesini rata-rata adalah penduduk Batam.
Ya, hal ini karena letak pulau Bintan itu sendiri yang memang berada di gugus terluar dari propinsi Kepulauan Riau, salah satu propinsi yang ada di Indonesia. Setiap sejam ada kapal dari dan ke Batam, ke Singapura ataupun Johor Bahru. Sedangkan untuk penerbangan dari Jakarta hanya ada dua kali dalam sehari. Bisa dimaklumi kan bila pengunjung terbanyak malah justru dari dua negara tetangga yang saya telah sebutkan di muka.
Bintan terutama pantai Lagoi dan Treasure Bay nya itu baru menarik perhatian saya lebih dalam setelah dua bulan lalu saya menyaksikan iklannya di subway metro di Seoul. Iklan wonderful Indonesia yang salah satunya menampilkan Bintan.
Treasure Bay adalah kolam renang seluas 6.3H yang di desain serupa dengan pantai, landai dan semakin dalam ke tengahnya. Air nya pun sedikit asin, sama seperti air laut. Dasarnya adalah fiber, bukan pasir. Hal ini membuat air terlihat biru jernih seperti kristal. Pasir yang sebenarnya pasir hanya ada di pinggiran kolam renangnya saja.
Kolam renang ini dilengkapi juga dengan penginapan di pinggir kolam yang berkonsep perkemahan. Ada kapal yang bertenaga surya dan permainan air lainnya. Tidak lupa pengelola juga menyediakan tempat makan yang pembayarannya menggunakan deposit yang sudah dibayarkan terlebih dahulu di loket.
Dengan semua fasilitas tersebut, tentunya pengelola ingin menjadikan kolam renang Treasure Bay ini sebagai sebuah one stop rekreasi keluarga.
Secara keseluruhan, tempat ini menarik untuk dikunjungi. Tidak ada yang tidak bagus disini. Namun rasanya, kolam renang Treasure Bay ini hambar karena disajikan di sebuah pulau dengan pemandangan yang menawan seperti Bintan. Dan Lagoi adalah sebuah daerah wisata yang terkenal di Bintan karena pesona alamnya itu sendiri. Tentu sangat seru bila kita menikmati pantai dan laut yang indah dan memesona dalam arti yang sesungguhnya. Bayangkan bersantai di pantai yang beratapkan langit biru yang cerah. Berenang di laut yang jernih dengan ombak yang bersahabat dan matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun.
Tentunya akan menarik jika kolam renang dengan konsep ini ada di wilayah yang sama sekali jauh dari akses ke laut. Atau di negara 4 musim, dibuat dengan konsep in-door space. Sehingga kita tetap bisa berenang dan bersantai walau di musim dingin. Namun demikian, menikmati Treasure Bay di Bintan juga tak kalah menariknya. Kita dapat mencoba menikmati kolam renang dengan rasa pantai yang sesungguhnya.
Tuesday, September 06, 2016
Tiga Dara
Tiga Dara adalah sebuah film komedi musikal berbahasa Indonesia tahun 1957 yang dibintangi oleh Chitra Dewi, Mieke Wijaya, dan Indriati Iskak. Disutradarai oleh Usmar Islmail untuk Perfini. Diproduksi menggunakan dana pemerintah dan ditulis dalam upaya membangkitkan Perfini dari keterpurukan, Tiga Dara ditujukan untuk komersial meskipun Ismail tidak setuju dengan karya-karya semacam itu. Setelah dirilis pada bulan Agustus 1957, film tersebut meraih ketenaran yang tinggi, meluncurkan karier-karier para bintangnya, masuk box office tertinggi dari film Perfini manapun, dan ditayangkan di bioskop-bioskop kelas satu. Namun, meskipun Tiga Dara ditampilkan di Festifal Film Venesia 1959 dan meraih Tata Musik Terbaik di Festifal Film Indonesia 1960, Ismail menganggap karya tersebut melenceng dari visi awalnya untuk Perfini.*
Mulai 11 Agustus 2016, Film Tiga Dara yang sudah direstorasi kembali ditayangkan di bioskop-bioskop di tanah air. Dari film ini kita bisa melihat bagaimana kehidupan di Jakarta pada masa itu.
Suasana kota yang tenang dan tidak hiruk pikuk seperti sekarang, masa 60 tahun setelahnya. Banyak tempat yang ditampilkan di dalam film itu yang mungkin juga akan kita tebak, kira-kira dimana letaknya dan bagaimana kondisinya saat ini.
Namun demikian ada suatu yang khas dari situasi yang terjadi saat itu yang masih sangat relevan saat ini. Bahwa urusan jodoh bagi perempuan adalah juga merupakan urusan keluarganya, bukan urusan pribadinya semata. Bahkan sebuah doktrin bahwa kebahagiaan perempuan itu akan lengkap jika dia menikah dan punya anak juga ada pada masa ini. Hal ini membuat saya berpikir, apakah selama 60 tahun ini, masyarakat kita tidak berubah? Maksudnya tentu saja dalam urusan jodoh itu dan segala kompleksitasnya.
Secara keseluruhan, cerita dari Tiga Dara begitu khas dan dekat dengan kita. Jadi tidak perlu berkerut kening dan sudah payah berpikir dalam menerjemahkan film ini. Film ini segar, walaupun ditonton dalam masa 60 tahun setelah waktu terbitnya yang pertama. Banyak juga adegan yang lucu menggelitik, sehingga kita terpancing untuk tertawa.
Penonton juga akan mendapatkan kejutan karena di tengah-tengah adegan, tiba-tiba pemain menyanyi dan berjoget sesuai dengan nyanyian yang dinyanyikannya. Yaa, film ini memang film musikal. Keren pastinya.
I recomen you to watch this film on theater, as soon as possible. Ga rugi! Tontonlah sesegera mungkin sebelum film nya turun tayang yaa..
*from: https://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_Dara
Labels:
girls,
life,
love,
review film,
sister,
sisterhood,
song
Tuesday, August 16, 2016
Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
Judul : Kedai 1001 Mimpi : Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I : 2011
Tebal : 444 halaman + xii
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I : 2011
Tebal : 444 halaman + xii
"Kita ini konon pahlawan devisa. Tapi kalau mati, ya sudah, dianggap binatang saja."
"Saya datang untuk mempertebal iman, bukan jadi mainan."
"Datang kesini itu harus siap 'dijajah'. Baik jiwa maupun raga.'
"KAMU tidak perhatikan, banyak orang MATI karena terlalu BANYAK TAHU?"
Kutipan di atas adalah beberapa kalimat yang ada di dalam buku Kedai 1001 Mimpi. Terbaca sadis, yaa?! Namun bila kita membaca buku ini secara keseluruhan, kalimat di atas tidak aneh bila sampai terlontar dari mulut mereka, para buruh migran Indonesia di Arab Saudi yang konon katanya adalah para pahlawan devisa bagi negara ini.
Buku ini saya dapatkan dari seorang temannya teman saya dalam sebuah ajang tukar buku, Buku bekas dalam kondisi masih layak baca.
Dari pertama membuka halaman pertama dan membacanya, saya merasakan kecanduan yang teramat untuk terus membaca dan membuka halaman selanjutnya.
Tutur bahasa dan kalimat yang digunakan oleh penulis untuk menceritakan pengalaman pribadinya begitu lugas dan mudah dimengerti oleh pembaca.
Penulisnya, Valiant Budi (@vabyo) bukanlah seorang buruh migran "biasa" menurut saya. Sebelumnya dia adalah penyiar radio dan penulis. Keputusannya untuk menjadi buruh migran Indonesia di Arab Saudi didasarkan kecintaannya akan kisah 1001 malam dan keinginannya untuk berpetualang mencoba hidup di negara lain.
Cerita dalam buku ini bermula dari perjalanan Vibi, panggilan sang penulis melamar pekerjaan di luar negeri. Proses yang panjang dan penantian yang lama sampai akhirnya dia berangkat ke sebuah kota di pinggir laut Persia dan bekerja sebagai seorang barista di sebuah coffee shop berskala internasional yang ada disana.
Banyak nama dan tempat yang disamarkan dalam buku ini oleh penulis. Namun bagi saya, tidak susah untuk menebak bahwa coffee shop tempat penulis bekerja di Saudi adalah Starbucks.
Selama bekerja disinilah tulisan dalam buku ini bercerita. Dari mulai hari pertama yang berat, pelanggan yang ajaib, teman-teman kerja yang tak kalah ajaib dan persahabatan penulis dengan sesama orang Indonesia disana.
Banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari membaca buku ini. Untuk orang yang terlalu mengagungkan bangsa Arab, silahkan baca dan pahamilah kalau Islam bukanlah Arab dan juga sebaliknya. Sebuah kekeliruan massal yang sering dipahami salah oleh orang Indonesia kebanyakan.
Islam adalah agama, dan Arab serta budayanya itu berbeda. Dalam buku ini banyak dijelaskan perbedaan keduanya. Lagipula, sejak kapan Islam = Arab?
Bahkan dalam buku ini penulis menuliskan dengan gamblang tentang berbagai macam budaya Arab yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Dari mulai cerita tentang kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan, zinah, bahkan prilaku homoseksual yang terjadi disana. Vibi-pun pernah menjadi korbannya; dari mulai supir taksi, om-om pelanggan coffee shop nya sampai orang yang tidak dikenal yang dia temui di jalan.
Hal yang menyedihkan sepanjang membaca buku ini yang saya rasakan adalah saat penulis menjelaskan bagaimana Indonesia selalu dianggap sebagai negara miskin dan hanya berisi orang-orang bodoh.
Vibi yang berhasil menjadi supervisor pertama dari Indonesia itu dianggap ajaib karena banyak dari rekan senegaranya hanya mampu bekerja di sektor informal, menjadi PRT atau supir.
Ada sebuah kalimat penjelasan yang dituliskan oleh penulis pada halaman 426 yang membuat saya terharu sekaligus tegas mengiyakan:
"Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain."
Secara keseluruhan buku ini sangat bagus untuk dibaca. Menyadarkan kita akan sisi dunia lain yang sayang nya sering kali kita terlena dengan pikiran kita sendiri tanpa tahu pasti kenyataannya. Buku ini khas, karena mengangkat sebuah hal yang serius; dunia buruh migran dan segala permasalahannya, tapi disajikan dengan gaya lugas nan kocak.
Jika harus memberi rating dengan bintang-bintang seperti dalam aplikasi ojek online, saya akan memberikan bintang 4 dari 5 bintang yang ada.
Thursday, August 04, 2016
Hello Summer, Hello the World
Sebagai seorang yang suka jalan, saya sangat berharap bisa berkeliling dunia dan mengunjungi daerah-daerah cantik di belahan bumi sebelah manapun. Belajar mengenai kebudayaan dan berbaur dengan penduduk lokalnya.
Sebuah harapan besar yang terus saya hidupkan setiap harinya. Tentunya membutuhkan banyak waktu dan uang serta tenaga. Hal ini agak sulit untuk dilakukan oleh saya yang seorang pekerja, dan terikat dengan rutinitas sehari-hari.
Tapi mimpi bukan harus diwujudkan?
Ya, memang!
Caranya adalah dengan bangun dari tidur, berkegiatan dan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
Pernah dengar banyak jalan menuju Roma?
Kalau pernah, berarti percaya kan kalau banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan mimpi kita tersebut?
Tinggal bagaimana kita menyikapi segala peluang yang ada.
Berbicara tentang peluang dan harapan untuk dapat mewujudkan keinginan untuk dapat berkunjung ke tempat-tempat cantik di belahan bumi lainnya, bulan lalu saya berhasil memanfaatkan peluang yang ada untuk dapat bepergian secara gratis.
Yes, for free alias gratis.
Dalam kasus saya, saya mendaftar sebuah pelatihan khusus untuk para pekerja yang bekerja di bidang gender equality untuk meningkatkan skill kepemimpinannya dalam women movement. To be the next women leader gitulah. Full funded by UN Women yang diselenggarakan oleh EWHA Womans University di Seoul, Korea. Ketika saya tuliskan full funded, udah tau dong kalau semua biaya yang saya keluarkan sudah pasti ditanggung oleh pihak penyelenggara.
Ini bukan satu-satunya cara. Banyak jalan menuju Roma (again). Kalau kamu masih berstatus mahasiswa, kamu bisa ikut kegiatan pertukaran mahasiswa. Ada juga konferensi internasional yang bisa diikuti. Banyak juga yang sukses bepergian ke negara-negara lain dengan jalur beasiswa. Intinya, terus liat peluang yang ada dan manfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan diri.
There is a will, there is a way. And welcome to the world!
Sebuah harapan besar yang terus saya hidupkan setiap harinya. Tentunya membutuhkan banyak waktu dan uang serta tenaga. Hal ini agak sulit untuk dilakukan oleh saya yang seorang pekerja, dan terikat dengan rutinitas sehari-hari.
Tapi mimpi bukan harus diwujudkan?
Ya, memang!
Caranya adalah dengan bangun dari tidur, berkegiatan dan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
Pernah dengar banyak jalan menuju Roma?
Kalau pernah, berarti percaya kan kalau banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan mimpi kita tersebut?
Tinggal bagaimana kita menyikapi segala peluang yang ada.
Berbicara tentang peluang dan harapan untuk dapat mewujudkan keinginan untuk dapat berkunjung ke tempat-tempat cantik di belahan bumi lainnya, bulan lalu saya berhasil memanfaatkan peluang yang ada untuk dapat bepergian secara gratis.
Yes, for free alias gratis.
Dalam kasus saya, saya mendaftar sebuah pelatihan khusus untuk para pekerja yang bekerja di bidang gender equality untuk meningkatkan skill kepemimpinannya dalam women movement. To be the next women leader gitulah. Full funded by UN Women yang diselenggarakan oleh EWHA Womans University di Seoul, Korea. Ketika saya tuliskan full funded, udah tau dong kalau semua biaya yang saya keluarkan sudah pasti ditanggung oleh pihak penyelenggara.
Ini bukan satu-satunya cara. Banyak jalan menuju Roma (again). Kalau kamu masih berstatus mahasiswa, kamu bisa ikut kegiatan pertukaran mahasiswa. Ada juga konferensi internasional yang bisa diikuti. Banyak juga yang sukses bepergian ke negara-negara lain dengan jalur beasiswa. Intinya, terus liat peluang yang ada dan manfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan diri.
There is a will, there is a way. And welcome to the world!
Sunday, July 17, 2016
"Mau jadi anak E-SE-DE"
Tujuh tahun yang lalu, tanyakanlah pada adik kecilku, apa cita-citanya. Dengan lantang dia akan mengatakan "mau jadi anak esede". Maksudnya adalah, dia mau masuk SD, menjadi anak yang bersekolah di SD.
Dia jelaskan dengan detil apa yang dia inginkan, SD mana yang dia kehendaki, dan apa saja yang akan dia lakukan ketika dia menjadi anak SD.
Tahun berlalu. Tahun ini adalah tahun kelulusannya dari SD yang dia inginkan.
Sama seperti beberapa tahun sebelumnya, sejak akhir masa kelas 5 dia selalu bilang kemana dia akan melanjutkan studinya. Apa yang akan dia lakukan kelak dan berharap seperti apa dia kemudian.
Setahun berlalu. Dia terus menghidupkan mimpinya. Besok adalah hari pertama dia masuk sebagai anak kelas 7 di sekolah yang dia inginkan.
Yes, selain bangga, saya menulis ini untuk memetik pelajaran darinya. Tentang mimpi dan keinginan.
Kita, memang harus selalu menghidupkan mimpi kita. Menyatakan ke dalam kehidupan nyata kita.
Coba bayangkan bila seorang anak kecil saja mampu seperti itu, maka seharusnya kita (SAYA, tentu saja maksudnya) juga mampu berbuat seperti itu.
I life my dream like you do, sist. Caiyooo..
Dia jelaskan dengan detil apa yang dia inginkan, SD mana yang dia kehendaki, dan apa saja yang akan dia lakukan ketika dia menjadi anak SD.
Tahun berlalu. Tahun ini adalah tahun kelulusannya dari SD yang dia inginkan.
Sama seperti beberapa tahun sebelumnya, sejak akhir masa kelas 5 dia selalu bilang kemana dia akan melanjutkan studinya. Apa yang akan dia lakukan kelak dan berharap seperti apa dia kemudian.
Setahun berlalu. Dia terus menghidupkan mimpinya. Besok adalah hari pertama dia masuk sebagai anak kelas 7 di sekolah yang dia inginkan.
Yes, selain bangga, saya menulis ini untuk memetik pelajaran darinya. Tentang mimpi dan keinginan.
Kita, memang harus selalu menghidupkan mimpi kita. Menyatakan ke dalam kehidupan nyata kita.
Coba bayangkan bila seorang anak kecil saja mampu seperti itu, maka seharusnya kita (SAYA, tentu saja maksudnya) juga mampu berbuat seperti itu.
I life my dream like you do, sist. Caiyooo..
Subscribe to:
Posts (Atom)




