Showing posts with label nature. Show all posts
Showing posts with label nature. Show all posts

Tuesday, August 01, 2017

The Great Wall of China




Siapa yang tidak tahu ’The Great Wall of China?’ Mengunjunginya pada musim dingin mungkin bukan pilihan terbaik bagi orang yang lahir dan besar di daerah tropis. Udara dingin yang berembus menyentuh tengkuk bisa terasa menusuk tulang. Untuk menghindari suhu dingin tersebut saya pun memilih ‘Badaling Section’ yang bisa dicapai dengan ‘Cable Car' sehingga tak perlu berjalan panjang melawan suhu yang berkisar minus 4 hingga 0 derajat Celcius.

Dari lima titik paling populer The Great Wall yang dapat dikunjungi--Badaling, Mutianyu, Jinshanling, Huanghuacheng, dan Simatai--‘Badaling Section’ adalah bagian yang paling banyak dipilih wisatawan karena kemudahan akses. Namun, sisi baik mengunjungi pada musim dingin adalah tidak terlalu banyak turis datang sehingga kita bisa lebih leluasa mengeksplorasi dan menikmati pemandangan serbaputih akibat salju yang turun.

Anyway, sudah follow @iwashere_id ?
Foto dan tulisan ini, bisa kalian liat dst jg yaa :)



Thursday, March 09, 2017

Winter Trip - China



Dari sekedar wacana mau liat salju, sampai episode berburu tiket demi mewujudkan mimpi, sebenernya video ini terlalu singkat untuk menggambarkan semuanya.
Cuma satu pesennya, kalau emang udah mimpi, wujudkanlah!
Mimpi itu untuk dicarikan cara agar bisa diwujudkan, bukan disimpan di dalam relung jiwa dan tetap menjadi mimpi sampai akhirnya disesali kemudian.
Just watch this video and enjoy :)

Tuesday, September 13, 2016

Kolam Renang Rasa Pantai di Treasure Bay Bintan

Kolam renang terbesar di Asia Tenggara ada di Indonesia. Tepatnya berada di Lagoi, Bintan.
Dimana itu?

Lagoi adalah salah satu nama daerah di pulau Bintan. Pulau Bintan ini sendiri sebenarnya lebih popular di negara tetangga. Kebanyakan yang datang ke Bintan adalah warga Singapura dan Malaysia, Johor Bahru khususnya. Warga Indonesia yang datang kesini rata-rata adalah penduduk Batam.
Ya, hal ini karena letak pulau Bintan itu sendiri yang memang berada di gugus terluar dari propinsi Kepulauan Riau, salah satu propinsi yang ada di Indonesia. Setiap sejam ada kapal dari dan ke Batam, ke Singapura ataupun Johor Bahru. Sedangkan untuk penerbangan dari Jakarta hanya ada dua kali dalam sehari. Bisa dimaklumi kan bila pengunjung terbanyak malah justru dari dua negara tetangga yang saya telah sebutkan di muka.

Bintan terutama pantai Lagoi dan Treasure Bay nya itu baru menarik perhatian saya lebih dalam setelah dua bulan lalu saya menyaksikan iklannya di subway metro di Seoul. Iklan wonderful Indonesia yang salah satunya menampilkan Bintan.

Treasure Bay adalah kolam renang seluas 6.3H yang di desain serupa dengan pantai, landai dan semakin dalam ke tengahnya. Air nya pun sedikit asin, sama seperti air laut. Dasarnya adalah fiber, bukan pasir. Hal ini membuat air terlihat biru jernih seperti kristal. Pasir yang sebenarnya pasir hanya ada di pinggiran kolam renangnya saja.

Kolam renang ini dilengkapi juga dengan penginapan di pinggir kolam yang berkonsep perkemahan. Ada kapal yang bertenaga surya dan permainan air lainnya. Tidak lupa pengelola juga menyediakan tempat makan yang pembayarannya menggunakan deposit yang sudah dibayarkan terlebih dahulu di loket.
Dengan semua fasilitas tersebut, tentunya pengelola ingin menjadikan kolam renang Treasure Bay ini sebagai sebuah one stop rekreasi keluarga.




Secara keseluruhan, tempat ini menarik untuk dikunjungi. Tidak ada yang tidak bagus disini. Namun rasanya, kolam renang Treasure Bay ini hambar karena disajikan di sebuah pulau dengan pemandangan yang menawan seperti Bintan. Dan Lagoi adalah sebuah daerah wisata yang terkenal di Bintan karena pesona alamnya itu sendiri. Tentu sangat seru bila kita menikmati pantai dan laut yang indah dan memesona dalam arti yang sesungguhnya. Bayangkan bersantai di pantai yang beratapkan langit biru yang cerah. Berenang di laut yang jernih dengan ombak yang bersahabat dan matahari yang selalu bersinar sepanjang tahun. 

Tentunya akan menarik jika kolam renang dengan konsep ini ada di wilayah yang sama sekali jauh dari akses ke laut. Atau di negara 4 musim, dibuat dengan konsep in-door space. Sehingga kita tetap bisa berenang dan bersantai walau di musim dingin. Namun demikian, menikmati Treasure Bay di Bintan juga tak kalah menariknya. Kita dapat mencoba menikmati kolam renang dengan rasa pantai yang sesungguhnya.



Friday, June 24, 2016

Negeriku, Negeri Laskar Pelangi

Indonesia itu indah kawan, maka menjelajahlah!

Pernah baca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata? Nah, itulah hebatnya menjadi penulis; dari sebuah tulisan di dalam bukunya, Ia bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang di daerah yang diceritakannya.
Novel laris, kemudian di film kan. Film dengan sinematografi yang baik, ditonton jutaan orang, maka dapat dipastikan, lokasi yang masuk dalam cerita akan jadi booming kemudian.
Yaa, itulah yang terjadi dengan Belitung. Negeri indah di wilayah barat Indonesia.
Dahulu, Belitung adalah sebuah pulau yang terkenal dengan tambang timahnya. Namun hari ini, banyak yang kesana untuk mengunjungi pesona alamnya yang luar biasa.

Belitung secara geografis tidak jauh dari Jakarta, hanya berselang 40 menit dengan penerbangan langsung dari bandara Sukarno Hatta di Cengkareng. Jaraknya yang tidak terlampau jauh dari Jakarta inilah yang membuat Belitung banyak dikunjungi oleh warga Jakarta yang sekedar ingin short escape dari rutinitas sehari-harinya.

Banyak hal yang bisa dilakukan disini, melakukan wisata bahari atau mengagumi kekayaan budayanya. Bahkan kita juga bisa mengunjungi tempat-tempat dimana dilakukan shooting film Laskar Pelangi yang fenomenal pada jamannya itu. Namun dari kesemua itu, wisata bahari-lah yang menjadi highligt perjalanan saya dan teman-teman pada liburan bersama sebelum puasa kali ini. Kami menghabiskan sehari penuh untuk snorkeling dan berenang di laut serta bermain di pulau-pulau kecil yang cantik dan pantainya yang indah.
Laut yang mengelilinginya cenderung tenang karena berada di antara kepulauan. Pemandangan yang cantik dengan hamparan batu-batu besar di pantainya.

Dalam pertanyaan iseng, terbesit bagaimana batu itu bisa ada disana? Apakah pada masa jaman dahulu kala, Zeus yang memindahkannya kesana? Hahaha.. Pertanyaan konyol yang tidak perlu dijawab..
Yaa, begitulah kuasa Tuhan untuk keindahan bumi Indonesia.



Friday, March 11, 2016

Kelimutu, Jauh di Mata masih di Indonesia


Kelimutu terletak di Desa Moni, beberapa puluh kilometer dari Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ya, danau 3 warna ini berada di Kelimutu National Park, sebuah taman nasional yang berada di Indonesia timur.

Danau 3 warna ini pada hakikatnya bukanlah danau, tetapi kawah yang berada di puncak gunung Kelimutu. Warna tiap-tiap danaunya adalah putih pucat, hijau kebiruan, dan merah. Namun pada saat saya kesana, danau yang berwarna merah, berubah warna menjadi coklat tua. Diyakini oleh penduduk sekitar, perubahan warna danau ini berhubungan dengan situasi yang akan terjadi, baik di sekitar danau tersebut atau secara global. Mereka meyakini perubahan kali ini bisa jadi karena akan ada fenomena gerhana matahari total yang melintasi Indonesia.

Masih berhubungan dengan kepercayaan penduduk sekitar, danau-danau ini dipercaya sebagai tempat berpulangnya arwah-arwah orang yang sudah meninggal. Pembagiannya berdasarkan usia, yaitu danau orang tua (berwarna putih pucat) dan danau untuk orang muda/ anak-anak (berwana hijau kebiruan) . Danau yang satu lagi, dipercayai menampung arwah orang-orang jahat (berwarna merah). Masuk ke area taman nasional juga tidak sembarangan, terlebih dahulu kita harus pamit dengan "penjaga" nya yang dipercaya juga sebagai gerbang masuk Kelimutu.

Bagi saya, perjalanan menuju Kelimutu adalah sebuah perjalanan panjang. Hmmm, sebenarnya tidak sepanjang itu juga sih, tidak sampai harus menyebrangi benua dan mengarungi tujuh samudra. Namun, perjalanan ke Indonesia bagian timur memang tidak sedekat di dalam peta. Juga tidak semudah men-scroll gambar-gambar instagram di HP dan menikmati keindahan dari segala penjuru dunia. Dapat saya singkat menjadi satu kalimat, yaitu : "Butuh effort."

Jadi, dari Jakarta ke Kelimutu, bandara terdekat yang harus dituju adalah bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende. Jakarta ke Ende bisa transit di Denpasar atau di Kupang karena tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Ende. Dari Ende, kita harus ke Moni, desa terdekat dengan puncak Kelimutu. Selanjutnya kita bisa tracking ke puncak Kelimutu. Tertulis di peta 13KM. Tentunya jalur tersebut adalah jalur menanjak. Jika kita sewa mobil dari Ende ke Moni, tentu kita bisa minta diantarkan sampai ke pelataran parkir taman nasional. Selepas itu baru kita tracking menuju puncak Kelimutu.

Perjalanan dari parkir taman nasional ke puncak Kelimutu bisa ditempuh kurang lebih 45 menit sampai dengan satu jam. Itu estimasi waktu untuk saya yang berjalan santai dan sempat beberapa kali berhenti untuk istirahat. Tentu perhitungan waktu untuk tiap orang bisa saja berbeda. Jalanannya dalam kondisi baik. Bahkan di beberapa tempat yang mengharuskan kita menanjak, sudah ada tangga yang mempermudah kita mencapai puncak.

Dari Ende ke Moni, ada dua alternatif transportasi yang bisa diambil. Pertama, sewa mobil harian ataupun sewa lepas (hanya mengantarkan ke Moni) atau jalan kedua kita bisa naik angkutan umum. Kalau pilihannya adalah menggunakan angkutan umum, maka kita harus ke terminal terlebih dahulu, lalu naik bus antar kota tujuan Moni.

Jika kita pergi dalam grup, tentu lebih hemat dan efisien bila menyewa mobil secara harian. Sewa mobil bisa dilakukan di bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende. Keluar dari bandara sudah banyak orang yang menawarkan jasa penyewaan mobil. Rata-rata mereka sudah bersepakat mengenai harga dengan sesamanya, jadi dari supir yang satu ke yang lain, harganya cenderung sama.

Balik ke judul di atas, dengan mengasumsikan tidak ada penerbangan yang delay, waktu transit yang cepat, langsung menemukan sewa mobil yang cocok, tidak ada hambatan jalan yang tertutup akibat longsor atau apapun kendala-kendala lain yang bisa saja muncul, perjalanan ini bisa ditempuh dalam waktu sehari penuh. Silahkan tambahkan tambahan waktu tersendiri untuk setiap hambatan yang muncul selama perjalanan atau kelebihan waktu akibat pilihan jalur yang memakan waktu lebih lama. Karena itulah, bagi saya Kelimutu itu jauh di mata, walaupun masih di Indonesia.



Menyesal pergi ke Kelimutu?
Sama sekali tidak!
Bahkan apabila ada kesempatan lain sehingga saya dapat mengunjunginya lagi, saya akan langsung packing dan bergegas pergi ke Kelimutu.
Because for me, Kelimutu it's so awesome!
Sebagai manusia, saya mengagumi keindahan cipataanNYA. Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa beruntung Kelimutu ada di Indonesia *:x lovestruck