Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

Wednesday, November 12, 2014

Hujan di Akhir Kemarau

Cinta, betapa aku merindukannya seperti hujan di akhir kemarau
Seperti senja yang merindukan cerahnya mentari pagi

Cinta, betapa kemarau tak dapat mengubahmu menjadi gurun tandus
Bahkan baginya, gurun tandus pun laksana surga dengan sungai yang mengalir indah di dalamnya

Cinta, kerinduanku akan hujan membuatku mampu menunggu sampai berakhirnya kemarau
Seperti karang yang kokoh menunggu ombak berlabuh dalam dekapannya

Wednesday, June 18, 2014

Hujan bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

by : Sapardi Djoko Damono (1989)

Wednesday, December 04, 2013

Hujan, Senja dan Aku

Hari ini hujan kembali menyapa senja
Entah mengapa, akhir-akhir ini hujan begitu akrab dengan senja
Seperti ada persekongkolan diantara mereka, sehingga mereka selalu saja bersama
Seperti hari ini

Mungkin, mereka sedang membicarakanku
Membicarakan tentang kegalauan hatiku 
Kegalauan hati yang muncul di setiap kehadiran mereka
Kehadiran mereka yang semakin akrab seperti kawan lama

Senja memutuskan untuk menggelap dan tidak menyisakan sedikitpun cahaya matahari
Hujan memilih untuk riuh dan berbisik pada ranting pepohonan 
Andai saja mereka tahu kalau kegalauan ini sebenarnya karena iri
Mereka bisa mesra bermanja berdua sedang aku bermuram dalam hujan di kala senja





Pluviophile


Thursday, January 03, 2013

Rindu

Mendung memeluk senja sore ini, erat. 
Hari mulai menepi serupa menghirup sisa ampas kopi, pekat. 
Malam menderu hinggap seiring dengan rindu yang menggebu, sangat.

Hai kamu, yaaa.. kamu!
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, ataupun rintik hujan bila aku rindu.
Bergegaslah mendekat, cepat.
Kali ini waktuku tak lagi banyak, sesingkat senja yang beranjak malam.
Kemari, sambutlah rentang pelukanku ini, hangat. 
Seiring dengan rinduku yang kian memekat.

Saturday, March 10, 2012

Hujan Sore Ini


Langit bersuka cita membawa pesan cinta Tuhan kpd makhluk-Nya di bumi.

Gelap perlahan hadir mengiringi gemuruh yg bersenandung mesra, melodi alam ttg sebuah nyanyian yg berjudul; hujan.


Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)

Sunday, January 30, 2011

,,,'''hujan''',,,



”Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”. (QS.Az-Zumar,39:21).

*******

Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.’‘ (An-Nahl, 10-11)


*******

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Annur ayat 43)

*******

Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, nisaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur.” (Al Waaqi’ah, 68-70)

*******

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)

*******

Sesungguhnya, hujan adalah rahmat dari Tuhan. Kitalah yang menjadikan rahmat itu berubah menjadi bencana. Sehingga kita selalu merasa bahwa mengutuknya bukanlah suatu dosa.

Bekasi; dalam rintik hujan sore hari…

Saturday, January 29, 2011

dancing in the rain



"...dan hujan,
basuhlah jiwaku dengan sejukmu.
bawalah serta resahku dalam tiap tetes airmu.
selimuti hatiku dengan damaimu,
dan biarkan pikiranku mengembara turut serta kemana angin akhirnya membawamu..."