Wednesday, November 12, 2014
Hujan di Akhir Kemarau
Seperti senja yang merindukan cerahnya mentari pagi
Cinta, betapa kemarau tak dapat mengubahmu menjadi gurun tandus
Bahkan baginya, gurun tandus pun laksana surga dengan sungai yang mengalir indah di dalamnya
Cinta, kerinduanku akan hujan membuatku mampu menunggu sampai berakhirnya kemarau
Seperti karang yang kokoh menunggu ombak berlabuh dalam dekapannya
Wednesday, June 18, 2014
Hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Wednesday, December 04, 2013
Hujan, Senja dan Aku
Entah mengapa, akhir-akhir ini hujan begitu akrab dengan senja
Seperti ada persekongkolan diantara mereka, sehingga mereka selalu saja bersama
Seperti hari ini
Mungkin, mereka sedang membicarakanku
Membicarakan tentang kegalauan hatiku
Kegalauan hati yang muncul di setiap kehadiran mereka
Kehadiran mereka yang semakin akrab seperti kawan lama
Senja memutuskan untuk menggelap dan tidak menyisakan sedikitpun cahaya matahari
Hujan memilih untuk riuh dan berbisik pada ranting pepohonan
Andai saja mereka tahu kalau kegalauan ini sebenarnya karena iri
Mereka bisa mesra bermanja berdua sedang aku bermuram dalam hujan di kala senja
Thursday, January 03, 2013
Rindu
Hari mulai menepi serupa menghirup sisa ampas kopi, pekat.
Malam menderu hinggap seiring dengan rindu yang menggebu, sangat.
Hai kamu, yaaa.. kamu!
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, ataupun rintik hujan bila aku rindu.
Bergegaslah mendekat, cepat.
Kali ini waktuku tak lagi banyak, sesingkat senja yang beranjak malam.
Kemari, sambutlah rentang pelukanku ini, hangat.
Seiring dengan rinduku yang kian memekat.
Saturday, March 10, 2012
Hujan Sore Ini

Langit bersuka cita membawa pesan cinta Tuhan kpd makhluk-Nya di bumi.
Gelap perlahan hadir mengiringi gemuruh yg bersenandung mesra, melodi alam ttg sebuah nyanyian yg berjudul; hujan.
”Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)
Sunday, January 30, 2011
,,,'''hujan''',,,

”Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”. (QS.Az-Zumar,39:21).
*******
*******
*******
”Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, nisaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur.” (Al Waaqi’ah, 68-70)
*******
”Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)
*******
Sesungguhnya, hujan adalah rahmat dari Tuhan. Kitalah yang menjadikan rahmat itu berubah menjadi bencana. Sehingga kita selalu merasa bahwa mengutuknya bukanlah suatu dosa.
Saturday, January 29, 2011
dancing in the rain

.jpg)


