Showing posts with label jejakNYA. Show all posts
Showing posts with label jejakNYA. Show all posts

Wednesday, October 11, 2017

Mom's Birthday

Ada kata yg tak terucap.
Ada rindu yg tak terjawab.
Dalam bait doa, semoga cinta terus tercipta.

Terimakasih Tuhan karena telah meniupkan ruh pada perempuan pahlawan ini 63 th yll.
Terimakasih karena menjadikan ia sbg ibuku.

Kini, jagalah dia seperti beliau menjagaku dulu semasa kecil.
Titip rinduku yg membuncah padanya.
Katakan jg padanya bahwa aku baik2 saja.

Terimakasih Tuhan, aku tau Engkau Maha Baik.





Sunday, March 20, 2016

Dear God

Mungkin, yang pergi dengan kenangan indah itu CINTA,
Namun yang datang dengan komitmen itu JODOH.

Mungkin, yang menggelisahkan hati itu BERHARAP,
Namun yang menentramkan hati itu YAKIN.

Mungkin, yang tak bisa dilupakan itu MASA LALU,
Namun yang bisa kita ubah itu HARI INI.

Mungkin, yang menyesakkan dada itu CEMBURU,
Namun yang melegakan dada itu IKHLAS.

Memang berat untuk melupakan dirinya, yang pernah memberikan warna dalam hidup, yang pernah memercikkan cinta dalam hati. Namun, waktu yang akan menjawab.

Siapa belahan jiwa sebenarnya yang Dia anugerahkan untuk menjadi tempat yang halal untuk menambatkan hati juga
mengekspresikan segala warna cinta.

Ya Rabb Ya Tuhan kami…
Berilkanlah kami pasangan yang terbaik di sisiMu. Terbaik untuk urusan agama, urusan dunia dan akhirat kami.

Aamiin Ya Rabbal'Aalamiin

Thursday, November 26, 2015

Life is a mystery

Life is a mystery.
I see happy and sad at the same time.
People come and go into your life, stay for a while and leave footprints to other.
At its best, life is completety unpredictable.

Friday, May 08, 2015

Cerita Hari Ini

Pagi ini kubuka mataku dengan setengah malas. Pundak bagian belakang terasa keras dan susah digerakkan.
Alarm tubuh yang menandakan ia butuh istirahat lebih. Iya, kusadari beberapa minggu belakangan ini jadwalku padat, bahkan jadwal padat merayap itu merambah juga waktu weekend-ku.

Kupaksakan tubuh untuk bangun. Setengah menyeret kaki ke kamar mandi untuk bebersih. Hari ini harus kulalui. Itu pasti!

Tak ada sarapan menanti di meja. Entahlah, mungkin pagi ini semua orang berburu dengan waktu. Alasan standar yang terlontar bila tidak sempat membuat sarapan. Sudahlah, seduh saja susu untuk sekedar pengganjal perut. Toh, aku tetap harus bergerak. Dengan atau tanpa sarapan di pagi hari.

Sudah saatnya berangkat kerja. Melalui jalanan yang macet di beberapa titik. Kemacetan memang seringkali tidak bisa ditolerir. Termasuk pagi ini. Ditambah pula dengan panas yang menyengat tangan yang tidak memakai sarung tangan. Akibat semalam pulang kehujanan dan sarung tangan basah tak terselamatkan.

Kurasakan lengkap hariku ini dengan tumpukan kerjaan yang menggunung. Seakan tiada habis kerjaan itu menghampiri dan menghampiri lagi. Belum lagi proses pulang kerja yang tidak kalah melelahkannya dibanding keberangkatan pagi ini ke kantor.






Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat-sifat orang yang tidak tau bagaimana bersyukur kepadaMu. Aku sadari, hidup yang selama ini sering aku resahkan, bisa jadi adalah kehidupan yang diharapkan oleh orang lain. HambaMu yang berada di belahan bumi lainnya.

Ya Allah, jadikanlah aku hambaMu yang mampu mensyukuri setiap nikmatMu. Sesungguhnya setiap harinya kurasakan nikmat yang tiada tara nya dalam kehidupanku. Kau hidupkan aku setiap paginya dengan kesempurnaan tubuh dan kesehatan yang hanya mampu diciptakan olehMu. Menitipkan aku pada malaikatMu yang kupanggil dengan sebutan keluarga. Menghadiahi aku dengan sahabat baik yang selalu mendukungku. Penghormatan baik di masyarakat dan pekerjaan yang baik pula. Sesungguhnya tiada lagi daya dan upayaku dalam mengingkari semua nikmat yang Kau berikan.

Ya Allah, sesungguhnya cerita hari ini bukanlah tentang keluh kesahku akan kehidupanku. Tapi tentang bagaimana aku mampu mensyukuri apapun yang aku dapatkan, dan berjuang untuk melakukan yang terbaik dalam mensyukuri semua nikmatMu.

Thanks Allah, thanks for everything I have.








Friday, February 13, 2015

There is Allah for Backup Plan

Baca status seorang teman awal minggu ini di sebuah jejaring sosmed:

Liat agenda Rencana hari senin tanggal 9/2/15 ABCDE
Rencana semalam buat hari ini BCDF
Bangun Tidur liat jendela, ternyata Rencana Tuhan XYZ
Ya udah jalanin aja apa yang sudah digariskan hari ini..... 
Terlepas semua diatas pasti gw menemukan HIJK atau MNOP 
atau mungkin sesuatu yang baik lainnya
Well happy monday people... Keep smiling..

Hey, well,, ini sepenuhnya benar!
Sebaik-baik sang perencana adalah Allah
Kita bisa aja buat rencana dengan baiknya berikut dengan kemungkinan2nya
Bahkan kita bisa saja berencana untuk memperkecil resiko rencana kita tidak terlaksana
Namun, balik dari semua itu, Allah lah sang perencana terbaik
Berjuang, berusaha, ikhtiar, berdoa; yakin usaha sampai!
Sampai titik itu semua, kita pun harus dapat bersyukur dan ikhlas

Thursday, March 06, 2014

Kusebut Namamu, Ibu

Ibu, engkau adalah sebuah kisah tentang malaikat yang tidak akan pernah selesai kami ceritakan.
Cintamu adalah bait-bait doa yang selalu engkau sampaikan pada Tuhan saat hening, saat diam.

Ibu, engkau adalah kecantikan alami semesta raya.
Engkau adalah cermin kehidupan.
Lewat senyummu aku mengerti arti perjuangan.

Ibu, rinduku merambati jarak yang menjejak di udara.
Rindu untuk selalu berdekatan denganmu, tak lagi diijinkan oleh dimensi ruang dan waktu.
Kiranya, doaku yang terlantun menembus awan itu, sudahkan mengetuk pintu surga dan mengecup keningmu?

Ibu, dibentang garis cakrawala senja kali ini, ijinkan aku memohon pada Sang Pencipta agar di sisa hidupku ini hanya menjadi doa untukmu.

Friday, December 21, 2012

21 Desember 2012




Apapun yang mereka katakan tentang akhir dunia di 21 Desember 2012,
Aku percaya kalau memang sudah waktuNya semua akan lenyap dan binasa,
dan sampai memang saat itu tiba, 
Aku berharap Aku tetap bisa menikmati keindahan kehidupanku seperti apa adanya.

Saat ini,
Aku percaya Aku masih akan melihat indahnya sinar sang surya besok,
besok lagi, dan lagi
Sampai matahari indah di 2013 menyapa.
Juga matahari yang sama indahnya ditahun-tahun setelahnya.
Indah, dan semakin indah.

Saturday, March 10, 2012

Hujan Sore Ini


Langit bersuka cita membawa pesan cinta Tuhan kpd makhluk-Nya di bumi.

Gelap perlahan hadir mengiringi gemuruh yg bersenandung mesra, melodi alam ttg sebuah nyanyian yg berjudul; hujan.


Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)

Saturday, March 26, 2011

lafadz-lafadz ringan di lidah


at ; group islammenjawab



Assalamu alaikum wr. wb, Saudaraku
Bismillahirohmanirohmin.

Banyak kata…keluar dari lisan kita. Tapi entah berapa yang mengeluarkan sepatah dua patah yang menambah bekal pahala di akhirat nanti. Ya saudariku…hanya sepatah dua patah kata…yang terasa ringan untuk diucapkan, mudah untuk dihafalkan, dan dapat menambah keimanan kita. Bukankah iman bertambah dan berkurang? Semoga kita tidak lupa untuk mengamalkan sunnah ini dan bersemangat untuk menghafalkan dan mengamalkan do’a dan dzikir lainnya (yang membutuhkan waktu untuk menghafalkan dan mengamalkannya) yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Bismillah

Untuk lafadz yang satu ini, mungkin kita sendiri lupa entah kapan mulai mempelajarinya. Ternyata banyak saat-saat yang kita disunnahkan untuk mengluarkan lafadz ini. Yang pertama adalah saat hendak mulai makan. Hei…mungkin langsung ada yang bertanya-tanya, bukankah saat hendak makan doa yang dibaca “Allahumma bariklana…?”

Jawabnya, “Bukan saudariku.” Bahkan do’a tersebut tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hanya disebutkan dalam hadits yang lemah riwayat dari Ibnu Sunni. Cukup dengan ‘bismillah’. Maka setan tidak akan dapat ikut makan bersama kita.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Apabila seseorang masuk rumahnya dia menyebut Allah Ta’ala pada waktu masuknya dan pada waktu makannya, maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘Kalian tidak punya tempat bermalam dan tidak punya makan malam.’ Apabila ia masuk tidak menyebut nama Allah pada waktu masuknya itu, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’, dan apabila ia tidak menyebut nama Allah pada waktu makan, maka setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’” (HR. Muslim)

Adapun jika kita terlupa membaca ‘bismillah’ di awal waktu kita makan, maka kita cukup membasa ‘bismillah awwalahu wa aakhirohu’ di saat kita ingat.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala (bismillah -pen). Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah ia mengucapkan,

بِسْÙ…ِ اللهِ أوَّÙ„َÙ‡ُ Ùˆَ اخِرَÙ‡ُ
(Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya)’.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)

Kita juga disunnahkan membaca bismillah ketika kendaraan yang kita kendarai mogok. (HR. Abu Daud, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941)




Subhanallah

Alhamdulillah, dzikir yang satu ini pun sudah kita hafal sejak lama. Dzikir ini dapat kita amalkan setelah sholat sebanyak 33 kali (HR. Bukhari dan Muslim) atau kita dzikirkan pula sebelum tidur sebanyak 33 kali (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam satu riwayat lain, dibaca sebanyak 34 kali sebelum tidur. Lafadz ini juga disunnahkan untuk diucapkan ketika kita dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menurun (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135). Dapat pula kita ucapkan ketika kita sedang takjub dengan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala (HR. Bukhari)

Adapula lafadz tasbih lainnya yang telah diajarkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan, dicintai Allah Yang Maha Pengasih, (yaitu),

سُبْØ­َانَ الله Ùˆَ بِØ­َÙ…ْدِÙ‡ِ، سُبْØ­َانَ اللهِ الغَظِÙŠْÙ…ِ
ّ
“Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, maha suci Allah Yang Maha Agung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah

سُبْØ­َانَ اللهِ Ùˆَ بِØ­َÙ…ْدِ Ù‡ِ

(HR. Muslim)




Alhamdulillah

Lafadz ini adalah ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rabbnya dengan memberikan pujian kepada-Nya. Lafadz ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum tidur 33 kali.

Setelah bersin, kita juga disunnahkan mengucapkan alhamdulillah atau alhamdulillah ‘ala kulli haal (HR. Bukhari). Nah, bagi yang mendengar lafadz alhamdulillah dari orang yang bersin, maka berikanlah do’a kepadanya, yaitu

ÙŠَر Ø­َÙ…ُÙƒَ اللّÙ‡

yarhamukallah
“Semoga Allah merahmatimu.”

Kalau sudah mendapat do’a ini, maka orang yang bersin tadi membaca

ÙŠَÙ‡ْدِ يكُÙ…ُ اللّÙ‡ُ Ùˆ ÙŠُصلح بَالَ ÙƒُÙ…ْ


yahdikumullah wa yuslih baalakum’
“Semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.”

Keutamaan dzikir alhamdulillah dan dzikir subhanallah juga terdapat dalam hadits berikut,

“Dari Abu Malik al-Asy’ary dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bersuci adalah setengah iman, Alhamdulilah memenuhi timbangan, dan Subhanallah wal hamdulilah (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) memenuhi antara tujuh langit dan bumi.”‘” (HR. Muslim)




Allahu Akbar

Sama seperti dua lafadz sebelumnya, lafadz ini juga disunnahkan dibaca setelah sholat dan sebelum tidur. Setelah shalat sebanyak 33 kali dan sebelum tidur sebanyak 33 kali (dalam riwayat lain 34 kali).

Lafadz ini juga berarti ada ALLOH Maha Besar "Kekuasaannya baik dilangit maupun di bumi"

Lafadz Allahu Akbar juga sunnah diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah (HR. Bukhari dalam al-Fath). Dan tahukah saudariku, ternyata lafadz ini juga termasuk dzikir yang sunnah diucapkan ketika dalam perjalanan dengan kondisi jalan yang menanjak. (HR. Bukhari dalam al-Fath VI/135)



Laa ilaha illallah

Alhamdulillah, kita semua tentu telah melafadzkan ini karena inilah salah satu pembeda antara muslim dengan kafir. Tentu saja pelafalan lafadz laa ilaha illallah harus disertai dengan keyakinan hati dan pemaknaan yang benar, bahwa tidak ada ilah atau sesembahan yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan tentang lafadz ini dalam haditsnya,

“Sebaik-baik dzikir adalah ada Lailaha Illa Allah (tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah).” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Dan sungguh manis ganjaran orang yang yang melafadzkan dzikir ini, sebagaimana dijelaskan oleh Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaah illallah, maka ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di Surga.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata, “Hadits hasan.”)

Saudariku tentu juga mengetahui, pernah menjadi tren ‘latah’ yang menyebar di berbagai kalangan. Salah satu ciri latah ini adalah jika seseorang dikagetkan atau terkejut, maka akan keluar kata-kata yang tidak dia sadari. Atau bahkan ia bisa dikontrol oleh orang yang mengejutkannya sehingga berkata-kata atau bertingkah laku yang tidak-tidak. Padahal untuk urusan yang terlihat kecil ini, ternyata telah pula diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang terkejut disunnahkan untuk mengucapkan lafadz ‘laa ilah illallah’. (HR. Bukhari dalam Fathul Baari VI/181 dan Muslim IV/22208)


Masya Allah

Yang satu ini, seringkali penulis dengar dilafalkan bukan pada tempatnya. Masya Allah memiliki makna “Atas kehendak Allah”. Lafadz ini diucapkan ketika kita takjub melihat kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, baik berupa harta, kondisi fisik atau yang lainnya. Dalam surat Al Kahfi, terdapat tambahan,

“Masya Allah laa quwwata illa billah”

“Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan Allah.”

Lafadz ini juga berkaitan dengan penyakit ‘ain. Dengan melafadzkan “Masya Allah” ketika kita mengaggumi kelebihan yang dimiliki orang lain, diharapkan orang tersebut tidak terkena penyakit ‘ain disebabkan pandangan kita. Karena penyakit ‘ain ini dapat terjadi baik kita sengaja ataupun tidak.

Nah…yang sering menarik pandangan seseorang adalah tingkah dan fisik anak kecil yang menggoda. Pipinya yang lucu, matanya yang nakal dan lain sebagainya. Lalu datanglah pujian dari sanak, saudara atau teman sekitar kita. Namun kita mungkin lupa, bahwa anak juga merupakan anugrah yang dapat terkena ‘ain. Maka, ingatkanlah orang-orang sekitar untuk mengucapkan masya Allah ketika memberikan pujian kepada anak kita. Begitupula dengan kita sendiri ketika memuji anak atau benda milik seseorang, maka ucapkanlah ‘masya Allah’ ini.




Astaghfirullah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Pujian yang paling tinggi adalah la ilaha illallah, sedangkan doa yang paling tinggi adalah perkataan astaghfirullah. Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengesakan Allah dan memohon ampunan bagi diri sendiri dan bagi orang-orang mukmin.”

Memohon ampunan dengan lafadz ini sunnah diucapkan sebanyak 3 kali setelah selesai salam dari sholat wajib. Kita juga dapat memohon ampunan sebanyak-banyaknya, sebagaimana banyak ayat Al-Qur’an menunjukkan hal ini. Begitupula dari contoh perbuatan Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam (padahal beliau sudah diampuni dosanya yang telalu lalu dan akan datang). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohn ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Bukhari)

Kita sebagai wanita juga diperintah untuk memperbanyak istighfar, sebagaimana dalam hadits berikut,

“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar, karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah kebanyakan penghuni neraka!”

Seorang wanita dari mereka bertanya, “Wahai Rasululllah, mengapa kami menjadi kebanyakan penghuni neraka?”

Beliau menjawab, “Kalian terlalu banyak melaknat dan ingkar (tidak bersyukur) terhadap (kebaikan) suami, aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya bisa mengalahkan lelaki yang berakal kecuali kalian.”

Ia bertanya, “Apa maksudnya kurang akal dan agama?”

Beliau menjawab, “Persaksian dua orang wanita sama dengan seorang laki-laii dan wanita berdiam diri beberapa hari tanpa shalat.”
(HR. Muslim)

Ini adah lafadz-lafadz dzikir yang ringan di lidah dan mudah untuk dihafal dan diamalkan, insya Allah. Semoga yang ringan ini juga menjadi pemicu untuk menghafal dan mempraktekkan do’a dan dzikir-dzikir lain yang lebih panjang. Barakallahufikunna.

Wassalamu alaikum Wr. Wb


Wednesday, February 23, 2011

Allah itu ada

:::taken from abinya-azka blog:::


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Alloh itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , dijalanan... untuk menyadari bahwa Alloh itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Alloh itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Alloh ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Alloh Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan sikonsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar
(mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima
," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah situkang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Alloh, Bahwa
ALLOH ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan
TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!


Thank’s Brgds
Abie _Yuz
Yusuf Hamdani

Sunday, January 30, 2011

,,,'''hujan''',,,



”Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”. (QS.Az-Zumar,39:21).

*******

Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.’‘ (An-Nahl, 10-11)


*******

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Annur ayat 43)

*******

Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, nisaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur.” (Al Waaqi’ah, 68-70)

*******

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Ruum, 48)

*******

Sesungguhnya, hujan adalah rahmat dari Tuhan. Kitalah yang menjadikan rahmat itu berubah menjadi bencana. Sehingga kita selalu merasa bahwa mengutuknya bukanlah suatu dosa.

Bekasi; dalam rintik hujan sore hari…