Wednesday, June 18, 2014

Hujan bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

by : Sapardi Djoko Damono (1989)

Tuesday, March 18, 2014

Masih untuk dia

Titip dia ya Allah,
Jaga dia seperti Engkau menjaga ku
Selalu sabarkan dia,
Bangunkan dia ketika adzan subuh Mu memanggil.
Karena setiap hari hati ingin sekali bertanya, bagaimana ia bisa memulai hari jika melewatkan subuhnya?

Ingatkan dia untuk pulang ke rumah saat maghrib Mu berkumandang
Dekap dia dalam sujudnya sebelum tidur
Biarkan dia terjaga dalam tahajjudnya di malam hari hanya untuk meminta petunjuk Mu.
Dan ketika meragu, bisikkan kepada nya untuk segera beristikharah.
Karena sungguh aku tidak bisa menjangkaunya

Jadikan dia pribadi yang hebat yang bisa menguatkan aku kelak...
Jadikan bahunya satu-satunya tempat aku bersandar...
Jadikan tangannya satu-satunya yang menghapus air mataku..
Jadikan dekapannya yang paling menenangkan aku..
Jadikan dia Ayah yang hebat bagi anak-anak ku kelak..

Lalu aku mohon, ya Allah..
Kuatkanlah kedua tangannya untuk mencari rizqi Mu..
Jangan ganti senyum manisnya dengan amarah, karena disitulah separuh kekuatanku

Meski mungkin sekalipun aku belum pernah mengenalnya,
meski hatiku menerka-nerka wajahnya, warna bola matanya, dan siapa namanya.
Entah dia datang dari masa lalu atau memang benar-benar orang yang baru yang akan aku kenal..
Katakan kepadanya, aku menunggunya...
Selalu dalam tiap sujudku, aku mendoakannya...

Sampaikan salam ku untuk dia yang akan mendampingiku kelak, ya Allah.
Untuk dia yang nantinya hanya satu-satunya lelaki yang aku cintai dan mencintai aku.

Katakan kepadanya, bahwa setelah mendoakan kedua orang tuaku dan keselamatan diriku, doaku tak pernah putus untuknya..
Dalam hajat ku, istikharah ku, juga tahajjudku..
Aku menunggu imam hatiku menemukan aku.
Dia satu-satunya lelaki yang selalu aku doakan untuk menjadi pendamping hidupku...
Ya Allah, jangan pernah bosan mendengarkan doa hamba, yang masih untuk dia.



*a poem from my friends

Thursday, March 06, 2014

Kusebut Namamu, Ibu

Ibu, engkau adalah sebuah kisah tentang malaikat yang tidak akan pernah selesai kami ceritakan.
Cintamu adalah bait-bait doa yang selalu engkau sampaikan pada Tuhan saat hening, saat diam.

Ibu, engkau adalah kecantikan alami semesta raya.
Engkau adalah cermin kehidupan.
Lewat senyummu aku mengerti arti perjuangan.

Ibu, rinduku merambati jarak yang menjejak di udara.
Rindu untuk selalu berdekatan denganmu, tak lagi diijinkan oleh dimensi ruang dan waktu.
Kiranya, doaku yang terlantun menembus awan itu, sudahkan mengetuk pintu surga dan mengecup keningmu?

Ibu, dibentang garis cakrawala senja kali ini, ijinkan aku memohon pada Sang Pencipta agar di sisa hidupku ini hanya menjadi doa untukmu.

Thursday, January 16, 2014

It's My B'day




Believe me, age is just a number. 
So, dont put it in your b'day cake and say that you are still seventeen ;)
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan. 
Aku memilih mendewasa dg ttp berjiwa muda.. 
Hwaiting!! :D

Sunday, January 12, 2014

Aku, hari ini

sudah hampir 2 minggu beranjak dari awal pergantian tahun ini.
sudah hampir memasuki babak baru perhitungan angka lain dalam tahun kehidupanku.
masih tetap aku yang dulu.
aku yang masih merasa kecil mungil dan mengharap terus menjadi kanak-kanak.

age is just a number, dewasa itu yg pilihan.
aku selalu memilih untuk menjadi dewasa tanpa pernah lupa indahnya masa kanak-kanak.
memilih untuk tetap berjiwa muda dan memiliki semangat remaja yang membara.
memilih untuk melangkah maju walau kadang harus istirahat sejenak.


Wednesday, December 11, 2013

11 12 13

Dear Ibu,

12 tahun berselang setelah kepergianmu
Ternyata aku tidak dapat melupakanmu
Setiap waktu aku selalu saja rindu
Bahkan makin merindu tiap putaran detik berlalu

Setiap hal yang mengingatkan aku padamu selalu membawa kembali kenangan itu
Saat aku masih jadi putri kecilmu

Bu, andai saja aku dapat memutar waktu
Aku akan putar kembali waktu ke masa dimana kau masih bersamaku
Aku akan merayu di pangkuanmu untuk diperbolehkan terlelap disana

*suatu senja di balik meja kantor saat merindukanmu


Wednesday, December 04, 2013

Hujan, Senja dan Aku

Hari ini hujan kembali menyapa senja
Entah mengapa, akhir-akhir ini hujan begitu akrab dengan senja
Seperti ada persekongkolan diantara mereka, sehingga mereka selalu saja bersama
Seperti hari ini

Mungkin, mereka sedang membicarakanku
Membicarakan tentang kegalauan hatiku 
Kegalauan hati yang muncul di setiap kehadiran mereka
Kehadiran mereka yang semakin akrab seperti kawan lama

Senja memutuskan untuk menggelap dan tidak menyisakan sedikitpun cahaya matahari
Hujan memilih untuk riuh dan berbisik pada ranting pepohonan 
Andai saja mereka tahu kalau kegalauan ini sebenarnya karena iri
Mereka bisa mesra bermanja berdua sedang aku bermuram dalam hujan di kala senja